
Februari 2005
Senja sore di rumah mungilku...
"Wan!!!" teriakmu Mamaku keras. "Cepetan keluar! Udah ditunggu adekmu tuh! Katanya ada latian band?" lanjut menanyakan kepastianku.
"Iya Ma!!" jawabku lantang.
Yup. hari ini pertama kali kita datang latihan band di studio daerah barat kota. Di sana telah menunggu sobat kita yang bakal mengajar musik. Aku dan adikku beserta beberapa teman ingin membentuk sebuah band. Jadi, ada kursus tambahan yang mesti kita ikutin. Hmmm... nggak bisa dibilang les juga sih, coz temen kita juga yang ngajarin dan free lagi. Hahaha...
Nah, temen yang kita berhasil "boongin" buat ngajarin adalah Fadly, Sentot, dan Jabrik. Fadly bakal ngajarin maen gitar, Sentot di bass, dan Jabrik di drum. Kata2nya sih mereka bakal ngajak satu temen lagi buat ngajarin keyboard, tapi kita belum tahu siapa dia.
Yang bakal ngebentuk band baru ada aku (Wawan), adikku (Exo), Josh, John, Fandy dan Karie. Kita pengen punya band sendiri untuk unjuk gigi juga. Latian ini tujuannya buat ngelatih skill lebih mendalam lagi.
***
"Brangkat ya Ma!" pamit aku dan Exo yang segera bergegas karena waktu sudah mepet dengan jadwal latihan kita.
Segera kita berlari sambil mengambil tas, pake sepatu, dan berbenah seadanya. Lalu langsung kutunggangi Vega-R Hitam kebanggaanku dan segera kupacu agar segera sampai ke tempat latihan kami yang cukup jauh. Bisa memakan waktu 15-25 menit.
Di jalan kecepatan sudah hampir 100 km/jam. Mau terbang rasanya mengendarai motor yg sebenarnya kapasitas maksimunya hanya 80 km/jam. Makin terasa guncangan pada saat memacu tunggangan ini karena jalan yang tidak rata dan bergelombang membuat seolah aku dan Exo menunggang kuda persia.
***
16.55 WIB
Akhirnya kita sampai juga. Tampak John dan Josh sudah menunggu di ruang tunggu studio. Lalu tak berselang lama si Sentot datang dengan tunggangannya, Jabrik muncul dengan Panther diantar mamanya, anggota lain seperti Karie dan Fandy pun akhirnya datang pula. Hanya tinggal si Fadly saja yang belum kelihatan batang hidungnya.
Kitapun memutuskan memulai terlebih dahulu... Sentot berlatih denganku dan John, Jabrik dengan Fandy, dan Josh serta Karie berlatih sendiri sembari menunggu Fadly. Setengah jam berlalu barulah Fadly datang bersama seorang wanita, dia bernama Ayu. Dialah yang akan mengajari Karie untuk main keyboard.
Mataku tak berhenti memandangnya. Orangnya punya kulit kuning dan rambut panjang dengan setelah kaos kuning dan jeans. Wajahnya cuek dan cool. Ia hanya sering berbicara pada Fadly saja. Tapi waktu dia tersenyum manis menyegarkan. Terlihat sekali ia campuran chinesse-indo. Sungguh simple but beautiful. Aku tidak mengerti kenapa jantungku tak berhenti berdetak. Rasa gugup, senang, dan nervous jadi satu. but I just wanna say that I like her!
***
Latihan pun berjalan mulus. Aku hanya bisa mencuri pandang padanya. Bahkan akupun mengambil gambar dari kamera handphone-ku. Kusimpan baik-baik fotonya supaya bisa kupandangi di rumah nanti. Hmm... Inikah rasanya suka pada seseorang? Memang aku bukan kali pertama melihatnya. Beberapa bulan yang lalu pernah. Tapi aku tak tahu menahu siapa dia. Kini.. hari ini.. aku berjabat tangan dengan keringat dingin dan tubuh bergetar. Tapi kututupi dengan cepat-cepat ku memalingkan wajah darinya...
Oh.. Ayu.. Ayu... Kapan aku bisa bertemu kamu lagi? Minggu depan terlalu lama bagiku...
bersambung..